BGN ungkap infrastruktur jadi kunci sukses pelaksanaan MBG

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa infrastruktur merupakan faktor utama untuk keberhasilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mendistribusikan manfaat secara merata.
“Faktor paling penting adalah infrastruktur. Dengan fasilitas tersebut, kami membangun jaringan kerja sama dan berkolaborasi dengan semua lembaga dan kementerian, termasuk Polri,” ungkap Pttogel Kepala BGN Dadan Hindayana saat ditemui di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten Jakarta Selatan, pada hari Senin.
Dadan menambahkan bahwa selain infrastruktur, dua faktor lainnya yang juga berkontribusi pada keberhasilan MBG adalah anggaran yang telah disiapkan dan tenaga kerja yang terlatih. “Tenaga kerja sudah kami latih dan kami akan menambahnya, yang direncanakan selesai pada bulan Juli,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa terdapat empat standar dalam pelaksanaan MBG, yaitu pemenuhan kebutuhan kalori, komposisi gizi, aspek kebersihan, dan keamanan pangan. Semua aspek tersebut sudah tersedia di SPPG Polri.
Diharapkan upaya yang serius ini akan mendukung pencapaian target MBG dengan sasaran mencapai 82,9 juta penerima manfaat hingga September 2025. “Semoga kerja sama ini dapat terus berjalan dan cepat, sehingga program Makan Bergizi Gratis bisa dilaksanakan sesuai dengan harapan dari Presiden Republik Indonesia,” tuturnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti berharap SPPG Polri dapat menjadi bagian dari usaha bersama dalam membentuk generasi yang sehat dan kuat. “Bagi yang sudah menerima Makan Bergizi Gratis, jangan lupa untuk tetap rajin belajar dan semangat. Kalian merupakan harapan untuk masa depan Indonesia,” kata Mu’ti.
Dia juga menginginkan agar SPPG Polri berkontribusi dalam sinergi untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045. BGN menginformasikan bahwa Polri telah merencanakan pembangunan 542 SPPG yang diharapkan akan terus bertumbuh.